Ujian Tengah
Semester
“Evaluasi
Pembelajaran”
Dibuat untuk memenuhi tugas ujian tengah semester
pada mata kuliah evaluasi pembelajaran.
Dosen pembimbing: NIHLA FITRIYANI, M.Pd.

Oleh:
Khusnul Khotimah
(130611100035)
Prodi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar
Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas
Trunojoyo Madura
2.
Evaluasi, Penilaian, pengukuran, dan tes
merupakan istilah yang berbeda namun seringkali
disamaartikan. Uraikanlah empat istilah tersebut dan berikan contoh
aplikasinya di dalam proses pembelajaran sehingga terlihat jelas perbedaannya.
(nilai maks. 20)
![]() |
Tes
Tes
dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas
yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau aspek suatu
atribut pendidikan yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai
jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.
Pengukuran
Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian
angka atau usaha memperoleh deskripsi kuantitatif dari suatu tingkatan dimana
seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Pengukuran
berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif.
Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau
karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu
menurut aturan atau formulasi yang jelas.
Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses
penepatan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Pengukuran dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi
observasi unjuk kerja atau kemampuan. Peserta didik dengan menggunakan suatu
standar.
Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Kuantatif hasilnya berupa angka, sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang, dan lain sebagainya.
Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Kuantatif hasilnya berupa angka, sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang, dan lain sebagainya.
Penilaian
Penilaian
(assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa
dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk
kerja individu peserta didik atau kelompok. Penilaian adalah penerapan berbagai
cara dan penggunaan beragam alat. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam
informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi
tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur
tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. Penilaian hasil
belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses,
kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi
yang dimiliki, juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat
menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran.
Evaluasi
Evaluasi adalah inti dari sebuah
pembelajaran karena dalam evaluasi melakukan penggabungan data dari hasil tes,
pengukuran serta penilaian sehingga mendapatkan gambaran kegiatan guna mengidentifikasi
untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau
belum, berharga atau tidak berharga, dan dapat pula untuk melihat tingkat
efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses
penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil
pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan.
Contoh
aplikasi dari tes, penguuran, penilaian dan evaluasi:
Tes :
Pada saat peserta didik diberikan sebuah tugas untuk menyelesaikan beberapa
soal,misalnya guru memberikan 10 soal matematika. Itulah yang disebut dengan
tes
Pengukuran : Kemudian guru memeriksa hasil pekerjaan peserta didik dan
memberi nilai dalam bentuk numeric atau data kuantitatif, misalnya guru
memberikan nilai 80 dari 8 soal yang dianggap benar.
Penilaian : Guru menilai keberhasilan peserta didik tersebut dalam
pelaksaan pembelajaran dalam kelas. Misalnya anak tersebut sangat aktif dalam
kelas, suka bertanya dan berani memberikan pendapat.
Evaluasi :
Guru menggabungkan ketiga aspek yang telah dikumpulkan menjadi satu kesatuan
yang disebut dengan evaluasi. Dimana akan terbentuk suattu gambaran apakah anak
tersebut telah dianggap berhasil atau tidak menerima semua materi ynag telah
diberikan oleh guru. Selain itu guru juga dapat mengevaluasi diri bahwasannya
guru tersebut telah berhasil memberikan pengetahuan kepada peserta didik.
Misalnya, Anak tersebutt telah berhasil menyerap materi yang telah disampaikan
oleh guru.
4.
Evaluasi pembelajaran memiliki beberapa tujuan
diantaranya keeping track, Checking up, Finding out, dan Summing up. Jelaskan
secara singkat dan jelas masing masing tujuan tersebut dengan bahasa anda.
(nilai maks. 15)
Keeping
track : Adalah salah satu tujuan dari
dilaksanakannya evaluasi dimana keeping track ini dilakukan untuk memberikan
gambaran sebelum dimulainya proses pembelajaran agar proses dari sebuah
pembelajaran dapat terkontrol. Contoh dari keeping track ini adalah pemberian
pre-test sebelum dimulainya pemebelajaran. Sehingga siswa dapat mendapat
gambaran tentang apa ynag akan dipelajari sekarang, serta guru dapat mengukur
sejauh mana pengetahuan dasar yang dimiliki siswa, sehingga memudahkan guru
dalam penyampaian materi.
Checking
up : suatu fungsi evaluasi pembelajaran
dimana memiliki suatu tujuan yakni melakukan pengecekan sejauh mana materi
dapat terserap oleh peserta didik. Kemudian dari pengecekan tersebut dapat
diketahuai sejauh mana tujuan pembeljaran telah tersampaikan. Sehingga evaluasi
ini dilakukan setelah proses pembelajaran telah selesai.
Finding
out : Dalam fungsi finding out
diharapkan evaluator dapat mengetahui kekurangan apa saja yang masih belum
tersampaikan atau belum terserap oleh peserta didik. Dari fungsi checking up
kita dapat menemukan kekurangan-kekurang tersebut. Misalkan pada saat melakukan
checking up banyak sekali peserta didik yang belum menguasai betul salah satu
materi yang telah tersampaikan sehingga tugas guru selanjutnya memberikan
penguatan atau mengulang penyampaikan materi.
Summing
up : Summing up yakni memberi kesimpulan
akhir sebagai salah satu keputusan atau menghasilkan sebuah evaluasi. Sehinnga
guru dapat lebih mudah menggetahui keberhasilannya dalam memberikan materi
kepada peserta didik. Sebaliknya dapat mengetahui sejauh mana peserta didik
mampu memahami keseluruhan materi tersebut.
5.
Ujian
Nasional Merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar oleh pemerintah.
Menurut anda apakah ujian nasional yang dilaksanakan di Indonesia saat ini
sudah cukup ideal? Berikan alasan anda. Dan berikan solusi yang menurut anda
paling efektif untuk proses penilaian secara nasional. (nilai maks. 15)
Menurut
saya masih belum ideal karena dalam proses penilaiannya, pemerintah hanya
menilai hasil dari suatu system tanpa melihat prosesnya. Pemerintah hanya
melihat hasil dari ujian nasional tersebut tanpa melihat perjuangan anak
Indonesia dalam pemerolehan ilmu selama tiga tahun mereka sekolah. Seakan
pemerintah tidak memperdulikan proses, sehingga banyak sekali anak Indonesia
yang berbuat curang demi mendapat nilai tinggi dalam ujian nasional. Demikian
pemerintah yang memikirkan nilai ujian anak Indonesia bagus sehingga lupa
memikirkan bagaimana anak tersebut mendapatkan nilainya.
Sebaiknya
jika ingiin mendapatkan mutu dan kualitas pendidikan yang baik maka sebaiknya
penialaian kelulusan ditentukan oleh sekolah. Sebab sekolah yang mengetahui
secara mendalam proses mereka belajar hingga proses mereka mandapatkan nilai.
Dan jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sebaiknya jangan
melulu melakukan perbaikan system pendidikan tanpa melakukan perbaikan pada
fasilitas dan fasilitator (guru) sebagai penunjang perbaikan pendidikan.
6.
Sebutkan
dan jelaskan secara singkat beberapa prinsip evaluasi dengan bahasa anda
sendiri. (nilai maks. 15)
Prinsip-prinsip
evaluasi
Prinsip
Keterpaduan : Prinsip
keterpaduan merupakan perpaduan dari tujuan intruksional, materi dan metode pengajaran, serta
evaluasi yang tidak boleh dipisahkan. Karena itu, perencanaan evaluasi harus
sudah ditetapkan pada waktu menyusun satuan pengajaran sehingga dapat
disesuaikan dengan tujuan intruksional dan materi pengajaran yang akan
disajikan dengan baik.
Prinsip
keterlibatan siswa:
Prinsip ini
berkaitan erat dengan metode belajar CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif) yang
menuntut keterlibatan siswa secara aktif, siswa mutlak. Untuk dapat mengetahui
sejauh mana siswa berhasil dalam kegiatan belajar mengajar yang dijalaninya
secara aktif, siswa membutuhkan evaluasi. Dengan demikian, eveluasi bagi siswa
merupakan kebutuhan
yang sangat penting dalam suatu pemebelajaran.
Prinsip
koherensi: Dengan prinsip
koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang
sudah disajikan dan sesuai dengan batas kemampuan yang akan diukur. Tidak dapat
dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian
belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam kegiatan belajar –
mengajar.
Prinsip
pedagogis: Disamping
sebagai alat penilai hasil/ pencapaian belajar, evaluasi juga perlu dilaksanakan sebagai upaya
perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. Evaluasi dan
hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai alat motivasi untuk siswa dalam
kegiatan belajarnya. Hasil evaluasi hendaknya dirasakan sebagai hadiah yakni sebagai
penghargaan
bagi yang
berhasil tetapi merupakan hukuman bagi yang tidak kurang berhasil.
Prinsip
Akuntabilitas: Sejauh mana
keberhasilan program pengajaran perlu disampaikan kepada pihak – pihak yang
berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggung jawaban ( accountability).
Pihak – pihak termaksud antara lain orang tua, masyarakat lingkungan pada umumnya, dan lembaga
pendidikan itu sendiri. Pihak – pihak ini perlu mengetahui keadaan kemajuan
belajar siswa agar dapat dipertimbangkan pemanfaatannya.
8.
Terdapat beberapa prosedur dalam pengembangan
evaluasi pembelajaran mulai dari perencanaan evaluasi sampai penggunaan hasil
evaluasi. Jelaskan langkah langkah yang terdapat pada perencanaan evaluasi
pembelajaran dengan singkat dan jelas. (nilai maks. 15)
a. Perencanaan
evaluasi
Perencanaan
evaluasi adalah sebuah kegiatan untuk menyusun langkah-langkah kegiatan yang
harus dilaksanakan agar mendapatkan sebuah kegiatan pemeblajaran yang maksimal.
Perencanaan ini dilakukan karena langkah inilah mempengaruhi langkah
selanjutnya.
a) Analisis
kebutuhan : Analisis kebutuhan
dapat digunakan untuk menyelessaikan masalah-masalah pembelajaran.
b) Tujuan
penelitian : Tujuan penilaian ini
harus dirumuskan secara jelas dan tegas serta ditentukan sejak awal, karena
menjadi dasar untuk menentukan arah, ruang lingkup materi, jenis/model, dan
karakter alat penilaian.
c) Identifikasi
kompetensi dan hasil belajar
·
Domain kognitif
·
Domain afektif
·
Domain psikomotor
d) Menyusun
Kisi-kisi : Kisi-kisi adalah format
pemetaan soal yang menggambarkan distribusi item untuk berbagai topic atau
pokok bahasan berdasarkan jenjang kemampuan tertentu.
Fungsi kisi-kisi adalah sebagai
pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi perangkat tes.
e) Mengembangkan
draf instrument : Mengembangkan draf
instrument penilain merupakan salah satu langkah penting dalam prosedur
penilaian. Instrument ini dapat disusun
dalam dua bentuk yaitu,
·
Tes
·
Nontes
f) Uji coba dan analisis : Jika semua soal telah
tersusun dengan baik, maka perlu adanya uji coba soal dengan tujuan untuk
mengetahui soal-soal mana saja yang baik yang akan digunakan selanjutnya, soal
yang akan diubah, diperbaiki, bahkan dibuang sekalipun.
g)
Refisi dan
merakit soal : Setelah diuji coba dan dianalisis, kemudian direvisi sesuai
dengan tingkat kesukaran soal dan daya pembeda. Ada soal yang di revisi dari
segi bahasa, ada juga yang direvisi secara total. Berdasar hasil revisi baru
dilakukan perakitan soal baru yang sesuai, dan semua itu dapat mempengaruhi
validasi skor tes, seperti nomor urut soal, pengelompokan bentuk soal, penataan
soal, dan sebagainya.
b.
Pelaksanaan
evaluasi
Pelaksanaan evaluasi
merupakan suatu proses melaksanakan suatu evaluasi sesuai dengan
perencanaan evaluasi. Pelaksanaan evaluasi sangat bergantung pada jenis
evaluasi yang digunakan yang akan mempengaruhi seorang evaluator dalam
menentukan prosedur, metode, instrument, waktu pelaksanaan, sumber data, dan
sebagainya.
Tujuan dari
pelaksanaan evaluasi untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai keseluruhan
aspek kepribadian dan proses belajar peserta didik.
c.
Monitoring
Monitoring
dan evaluasi merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan hal itu
disebabkan karena keduanya saling melengkapi, tanpa monitoring, kegiatan
evaluasi akan kehilangan dasar-dasar validitasnya, dan tanpa evaluasi
monitoring akan menjadi kegiatan yang
tidak berarti.
Fungsi
utama dari monitoring adalah untuk mengetahui apakah evaluasi tersebut berjalan
dengan apa yang telah ditetapkan atau belum terlaksana dengan apa ynag telah
ditetapkan.
d. Pengolahan
data
Pengolahan
data adalah manipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna atau
mengubah wujud data yang sudah dikumpulkan menjadi sebuah sajian data yang menarik
dan bermakna.
Dalam penelitian pembelajaran yang
diperoleh tentulah nilai hasil belajar dengan demikian pengolahan data tersebut
akan memberikan nilai tersendiri kepeda peserta didik berdasarkan nilai yang
dicapainya.
·
Menskor
·
Mengolah skor
·
Mengkonversi
·
Analisis soal
e. Pelaporan
hasil evaluasi
Semua
hasil evaluasi harus dilaporkan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti
orang tua/wali, kepala sekolah, pegawai pemerintah, mitra sekolah, dan peserta
didik itu sendiri sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Hal
ini dimaksudkan agar proses pembelajaran termasuk proses dan hasil belajar yang
dicapai peserta didik serta perkembangannya dapat diketahui oleh berbagai
pihak, sehingga orang tua/wali (misalnya) dapat ditemukan sikap yang objektif
dan mengambil langkah-langkah yang pasti sebagai tindak lanjut dari laporan
tersebut.
f. Penggunaan
hasil evaluasi
Tahap
akhir dari prosedur evaluasi adalah penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi.
Salah satu penggunaan hasil evaluasi adalah raporan. Laporan dimaksudkan untuk
memberikan feedback kepada semua
pihak yang terlibat dalam pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Pihak-pihak yang dimaksud, antara lain: peserta didik, guru, kepala
sekolah, orang tua, penilik, dan pemakai lulusan. Beberapa jenis penggunaan
hasil evaluasi sebagai berikut:
·
Untuk Keperluan Laporan
Pertanggungjawaban
·
Untuk Keperluan Seleksi
·
Untuk Keperluan Promosi
·
Untuk Memprediksi Masa Depan Peserta
Didik
9.
Terdapat beberapa jenis tes bentuk pilihan ganda diantaranya
distracters, analisis hubungan antara hal, variasi negative, variasi berganda,
dan variasi yang tidak lengkap. Buatlah masing masing dua contoh soal pilihan
ganda distracters, variasi negative, variasi berganda, dan variasi yang tidak
lengkap. (nilai maks. 20)
Contoh pilihan ganda distracters:
1.
Fungsi mata
adalah untuk ….
a.
Mendengar
b.
Melihat
c.
Meraba
Kunci
jawaban: b
2.
Bagian tubuh
yang terdapat di kepala adalah ….
a.
Lutut
b.
Lengan
c.
Dahi
Kunci
jawaban: c
Contoh pilihan ganda
variasi negative:
3.
Sebelum kita
makan, yang kita lakukan adalah, kecuali
….
a.
Bernyanyi
b.
Mencuci tangan
c.
Berdoa
Kunci jawaban: a
4.
Agar tubuh kita
sehat yang kita lakukan adalah, kecuali
….
a.
Makan makanan
yang bergizi
b.
Jajan
sembarangan
c.
Olahraga teratur
Kunci jawaban: b
Contoh pilihan ganda
variasi berganda:
5.
Sebaiknya yang
kita lakukan ketika salah satu teman kita sakit
adalah ….
a.
Mendoakannya
b.
Menjenguk dan
mendoakannya
c.
Mengolok-oloknya
Kunci
jawaban: b
6.
Kita tidak boleh
bekerja sama dalam hal ….
a.
Kerja bakti
kampung
b.
Menolong teman
yang sedang susah
c.
Membantu teman
saat ujian
Kunci
jawaban: c
Contoh pilihan ganda
variasi tidak lengkap
7.
Perbuatan ….
merupakan perbuatan yang tercela.
a.
Mencuri
b.
Belajar
c.
Menabung
Kunci
jawaban: a
8.
Sebagai anak
kita harus …. kepada kedua orang tua kita.
a.
Melawan
b.
Menegur
c.
Berbakti
Kunci
jawaban: c

Tidak ada komentar:
Posting Komentar